Jadi orang pintar dan berprestasi itu mudah cuy. Pada dasarnya semua jadi sulit hanya gara-gara kalian mengalami hambatan di dalam proses belajarnya. Padahal semua bisa dijalani dengan mudah kalau elu udah menemukan cara yang tepat untuk melakukan kegiatan (proses) belajar. Belajar itu jadi mudah bila elu bisa mengorganisir:

  1. Pikiran (Thinking Skills)
  2. Sikap (Attitude Skills)
  3. Emosi (Emotional Skills)
  4. Aksi (Action Skills)

Empat elemen tersebut harus elu kembangkan secara bertahap, untuk memahami makna dari sebuah proses belajar. Nih contoh orang-orang yang berhasil mengorganisir empat hal tersebut:

  • Thomas Alva Edison yang semasa hidupnya banyak belajar otididak, bisa jadi seorang penemu yang menemukan penemuan baru yang berguna banget untuk kehidupan modern generasi micin kita.
  • James Watt sang penemu uap yang mengawali revolusi di sektor industri.
  • Issac Newton dia menemukan formula hukum gravitasi hanya gara gara kepalanya kejatuhan apel.
  • dan gausah jauh jauh coeg! di Indonesia ada BJ. Habibie yang mendapat pengakuan dunia. Berperan penting tentang desain konstruksi atau rancangan sayap pesawat terbang.

Intinya adalah jangan "asal belajar doang" coeg!.. Elu juga harus punya strategi dan metodologi belajar yang tepat dan efektif.

Sebelum BELAJAR, elu harus "BELAJAR" cara untuk BELAJAR!
- Orang Ganteng 212

Keempat element ini satu sama lain bakalan saling mempengaruhi coy! kuy cekidot:


1. Pikiran (Thinking Skills)

Ini bakalan berurusan banget dengan yang namanya otak. Otak itu perlu selalu dirangsang (alias dipake) coy, dengan terbiasanya melakukan kegiatan berpikir ini bakalan membiasakan otak untuk menangkap sebuah makna dari hal yang dipelajari, ditambah kemampuan memori juga makin ajib.

Bagi elu yang masih bingung cara bagaimana untuk mengembangkan keterampilan ini, gua kasih tau deh contohnya. Elu cukup membiasakan diri untuk:

  • Berpikir Taktis
  • Berpikir Metodologis
  • Berpikir Kreatif

Mari coy, kita bahas 3 hal tersebut... Gua tau kok... pasti elu pada belum terlalu paham apa yang di maksud berpikir taktis dan metodologis, ya kan? ya kan? wkwkwkwkwkw (kalo yang berpikir kreatif pasti udah pada tau lah itu apaan maksudnya!)

1.1. Berpikir Taktis

Taktis ini artinya menunjukan kecekatan, focus dan efektif. Seperti menggiring pikiran dengan menyederhanakan, memilah-milah, dan mengelompokan suatu objek atau pola.

Cara melatihnya dengan memulai sering bertanya kepada di sendiri atau orang lain. Pertanyaannya bisa dimulai dari hal-hal sederhana tentang pendalaman pada objek yang sedang dipelajari. Misalnya:

  • apa sih yang kita pelajari sekarang? apa masalahnya? bagaimana itu bisa terjadi? lalu bagaimana cara mengatasinya?
  • ini namanya disebut apa ya? terbuat dari apa aja?
  • apa yang terjadi? kok bisa gitu? bagaimana bisa kaya gitu? bagaimana sebaiknya?

Setelah melakukannya pasti akan terasa rangsangan unik yang berbeda di dalam otak, coba pertahankan untuk biasa melatih ini. Energi yang bergejolak itu akan memperkuat memori elu.

Bila elu sudah terbiasa dengan aktif bertanya secara runtut, maka secara ga langsung kemampuan observasi dalam menghadapi suatu masalah akan berkembang.

Jangan ragu untuk sering menggunakan: apa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa dan di mana. Karena malu bertanya sesat dijalan wkwkwk.
- Orang Ganteng 212

1.2. Berpikir Metodologis

Metodologis mengandung arti kemampuan menyusun kerangka suatu hal secara bertahap demi tahap (bahasa kerennya STEP BY STEP). Dari menyusun proses penalaran suatu masalah, sampai menyusun, menimbang, dan memecahkan masalah (problem solving)

Cara melatihnya dimulai dengan cara melakukan sebuah analisis, sintesis, dan evaluasis. apa itu? kuy cekidot coy!

Analisis, dapat lu lakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengurai bagian-bagian dari sebuah pokok masalah yang dipelajari. Serta mencari bentuk hubungan diantara bagian bagian yang udah elu identifikasi tersebut. Misalnya:

  • Lu lagi menganalisis tentang garam, mencari tahu apa itu garam? lu bisa identifikasi persenyawaan kimia yang membentuk garam tuh apa aja.
  • Lu lagi menganalisis tentang negara, apa yang dimaksud negara? unsur apa aja yang ada di dalam negara? lalu yang elu dapat adalah wilayah, rakyat, stuktur pemerintahan, dsb.

Sintesis, nah ini kebalikan dari analisis, yaitu membentuk kembali rangkaian yang sudah terurai dari sebuah proses analisis. Misalnya:

  • Setelah menganalisis sebuah garam, lu mendapatkan beberapa unsur kimia seperti Natrium Klorida (NaCl) lu bisa memetakan kalo itu adalah bahan dasar dari "Garam Dapur", tapi setelah lu mendapatkan referensi kimia lain lu juga akkan mendapatkan pembentuk perbedaan antara garam asam dan garam alkali.
  • Lu membantu ibu masak sayur jengkol di dapur, lu bisa memperhatikan bahan bahan, bumbu, dan proses apa aja yang dipake dalam membentuk sebuah sayur jengkol yang enak dan lezat.

Yang terakhir adalah Evaluasis yaitu proses untuk menilai, menimbang, dan mengukur unsur dari sebuah soal (permasalahan). Ini adalah tahap akhir setelah kita melakukan kegiatan analisis dan sintesis.

1.3 Berpikir Kreatif

Kreatif disini lebih ke sebuah aktifitas imajinatif, yaitu cara menelaah dan memecahkan sebuah soal (permasalahan) dengan membayangkan kemungkinan-kemungkinan cara apa saya yang bisa muncul dalam memecahkan suatu soal atau permasalahan. Misalnya:

  • membayangkan kalau begini bagaimana ya?
  • atau kalau begitu akan bagaimana ya?
  • mungkin kalau dibuat seperti ini jadinya seperti itu?
  • kalau ini gagal, saya punya alternatif lain sih.
  • dan sebagainya.

Para penemu terkenal seperti yang disebutkan di awal artikel ini, mereka selalu mengambarkan hasratnya keingintahuannya coy, dan selalu memecahkan masalah bertitik tolak dari imajinasinya dalam berpikir dan imajinasinya dalam mengamati.

Hasil akhirnya dari keterampilan berfikir kreatif adalah sebuah ide baru berupa lukisan pikiran. Dan ide tersebut akan lebih baik bila dituangkan dalam sebuah bentuk visual seperti sketsa, gambar, grafik, dan lain sebagainya.


2. Sikap (Attitude Skills)

Kebanyakan orang selalu terjebak dalam sikap belajar pasif. Ini yang sering dialami oleh para siswa di sekolah-sekolah Indonesia kita yang tercinta ini coeg! (para guru harap baca deh bagian ini). Siswa di sekolah cenderung menerima gitu aja sih apa yang diterangkan guru di depan kelas.

Kebanyakan siswa itu ga punya sikap untuk mengungkapkan keingintahuannya atau ketidaktahuannya terkait dengan mata pelajaran yang sedang dipelajari (siswa rangking 10 besar kemungkinan besar tidak termasuk).

Guru terus melanjutkan penyajian materi, tapi siswanya pun kebanyakan merasa tertinggal dalam menyerap materi yang sudah diberikan. Pada akhirnya banyak yang akan kehilangan kontrol proses penalarannya terhadap pelajaran lanjutannya. Alhasil kebanyakan gairah belajar pun menjadi DROP!

Coba deh elu bayangkan dan lihat keadaan kelas elu! apakah semua murid 100% punya semangat belajar yang sama?
- Orang Ganteng 212

Makanya di Indonesia tiap tahun itu, bimbingan belajar semakin banyak dan menjamur, itu bukti kalo pendidikan yang diterima di sekolah KURANG!

Nah didalam masalah ini, Attitude Skills berpengaruh besar coeg! dalam meningkatkannya ada 3 cara yang ajib, yaitu:

2.1 Bersikap Kritis

Dengan mempertanyakan segala hal yang berhubungan dengan apa yang dipelajari secara mendetail. Tujuan di setiap pertanyaan adalah untuk mendapatkan sebuah manfaat, proses, hubungan, cara dalam memecahkan suatu soal (permasalahan)

2.2 Bersikap Aktif

Saat kegiatan belajar siswa tuh harus punya respon yang aktif coeg (bertanya, mengkoreksi, dll)! jangan pasif, masih mending jika guru elu tuh aktif! kalo guru elu pasif juga, kemungkinan besar kegiatan belajar dan mengajar itu percuma (tar juga lupa apa yang dipelajari), mending elu main point blank aja di warnet wkwkwkw.

2.3 Bersikap Antusias

Ini wajib dimiliki coeg, kalo ga antusias... guru sejago apapun ga bakalan bisa membuat seorang murid menelaah pelajaran yang diberikan.


3. Emosi (Emotional Skills)

Sumber pendorong motivasi, semangat dan minat dalam belajar sebenernya datang dari perasaan emosi dari diri elu sendiri coy.

Hal pertama yang bisa mempengaruhi emosi adalah elu harus mengubah stigma tentang aktifitas belajar yang dianggap sebagai sebuah kewajiban yang membosankan, menjadi sebuah aktifitas yang merupakan suatu kebutuhan, menantang, dan memuaskan, sehingga elu termotivasi secara antusias.

Dengan kata lain perubahan mindset pola pikir itu berpengaruh besar banget dalam meningkatkan emosi kita ke ranah yang positif. Untuk memudahkan elu membangun emotional skill yang bagus langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

3.1 Bangunlah Sebuah Mimpi dan Cita-Cita

Kalo elu mau jadi orang sukses, maka motor penggerak yang luar biasa adalah bermimpi dan bercita-cita! Orang yang ga punya cita-cita kemungkinan besar arah hidupnya itu bakalan ga jelas cuy.

Membangun cita-cita juga ada caranya coeg, dan ga bisa sembarangan pilih cita-cita! misal elu orangnya males berpolitik, tapi cita-cita elu pengen jadi presiden wkwkwkw, kalo mau tips untuk memilih cita-cita bisa baca artikel ini

3 Tips Memilih Cita-Cita Profesi di Zaman Now
Sekarang pilih cita-cita profesi harus ada strateginya cuy, kalo ga ada strategi kemungkinan lu bakalan hidup susah. Karena hidup di Indonesia makin kesini bakalan makin susah cuy! Sebelum lanjut, coba deh lu tanya ke diri sendiri: * Sudahkah lu punya cita-cita mau berprofesi apa? * Sudahkah car…

3.2 Hargailah Diri Sendiri

Jika elu pengen berhasil dalam mempelajari sesuatu, elu jangan pernah merendahkan diri kalo elu gabisa coeg. Berhentilah mengeluh, resah, dan merasa terpuruk disaat elu mengalami kesulitan belajar! karena itu adalah hal wajar dan semua orang pasti mengalaminya (bukan berati elu doang yg bego coeg!)

3.3 Menentukan Target

Terbiasa punya target tuh penting banget buat kehidupan elu coy! di kehidupan dewasa nanti entah elu jadi staff, karyawan, ato pengusaha, lu tiap bulan akan berhadapan dengan yang namanya TARGET, malah akan berbeda beda tiap bulannya.

Manfaat target adalah mempunyai dorongan motivasi yang positif, dan bila elu bisa mencapai target elu, disaat itu juga emosi elu akan ter-upgrade menjadi lebih baik ditambah perasaan senang yang sangat indah bila dirasakan :)

3.4 Jangan Takut Salah dan Gagal

Takut salah itu kadang jadi penyakit untuk setiap manusia di bumi ini, itu gara-gara sebuah image "kalo elu salah/gagal itu artinya elu buruk". Padahal setiap kesalahan akan membawa elu semakin dekat dengan keberhasilan. Coba deh baca buku biografi orang-orang sukses, disitu banyak banget cerita gagalnya!

Kenapa harus takut salah? kalo salah kan tinggal diperbaikin aja njirrrr...
- Orang Ganteng 212

4. Aksi (Action Skills)

Aktifitas belajar itu berarti berusaha membentuk kompetensi atau keahlian berdasarkan bidang tertentu. Setelah aktifitas belajar, diharapkan lu bisa menggunakan atau mengoperasional langkah untuk menghasilkan sesuatu.

Nah, jadinya action skill ini adalah kemampuan untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu tersebut cuy. Untuk mengembangkan action skills beberapa yang harus dilakukan adalah:

4.1 Menyusun Kerangka dan Rencana

Ketika hendak melakukan sesuatu, susun lah sebuah peta kerangka dan rencana berdasarkan tahapan tahapan yang diketahui. Ini membuat sebuah aktifitas akan tetatur dari awal sampe akhir coeg.

4.2 Mempraktikkan

Setelah menyusun rencana, saatnya elu praktekin cuy. Pakailah pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar, sebagai petunjuk operasional dari sebuah rencana. Intinya mulai dulu aja heueheue.

Jika elu ga pernah memulainya, maka elu gak akan pernah berhasil.
- Orang Ganteng 212

4.3 Mandiri

Kebiasaan mandiri bakalan mendorong tingkat kegigihan, keuletan, ketabahan, cara berpikir, cara kerja, dan cara bertindak. Kalo elu terbiasa dibantu oleh orang lain, maka tanpa sadar elu membentuk kepribadian yang lemah.

Sebenernya bukan berarti kita ga harus minta pertolongan dari orang lain sih, berikut contoh simpel yang gua maksud:

  • lu lagi belajar menulis sebuah blog
  • tapi lu mendapat kesulitan dalam gaya menulis artikel yang baik dan
  • lu coba bertanya kepada para suhu blogger di sebuah group atau komunitas
  • lu cukup tanya solusinya dan langkah-langkahnya
  • lu lakukan semua-saran yang diberikan sendiri secara "mandiri"
  • mantap!

Tapi, Kalo pada akhir nya elu memilih untuk meminta bantuan dari jasa orang untuk tulis artikel, lu gagal untuk mandiri.

Akhir Kata

Udah dulu ya, pegel anjirrrr jari guaaa...