Berbagai sikap ABS hanya akan menyesatkan tujuan dan proses sebuah perusahaan, dan ini bisa ngaruh buruk banget, dari manajer, CEO bahkan owner bisa mengakibatkan mereka membuat kesimpulan yang keliru. Pada akhirnya keputusan yang dibuat pun akan keliru.

Menurut Mochtar Lubis (1922-2004) seorang jurnalis dan novelis Indonesia, Sikap ABS adalah manifesti sifat munafik yang merupakan ciri pertama manusia Indonesia wkwkwkwkw.

Apa itu ABS?

ABS adalah sebuah perkataan, perilaku, atau sikap manis yang dilakukan seseorang hanya untuk menyenangkan orang yang berkuasa atau atasannya. Kata-kata, perilaku, dan sikap manis tersebut biasanya cuma omdo doang sih, dan jauh dari kebenaran.

Sejarah ABS di Indonesia

Sikap ABS udah lama ada di Indonesia sejak zaman monarki (kerajaan). Dalam sistem monarki, rakyat kecil harus selalu tunduk kebawah, dan para pejabat selalu melihat keatas. Ini biasanya disebut praktik feodalisme.

Dan di zaman modern ini, aroma feodalisme terasa kental banget di organisasi pemerintahan negara +62 ini ehhehehehe. Sikap feodal ini berhubungan dengan sikap sungkan dari bawahan ke atasan.

ABS di Zaman Now

ABS biasa dilakukan oleh anak buah untuk menunjukan loyalitasnya kepada sang atasan, dan banyak yang berfikir kalo orang yang loyal harus menyenangkan atasannya. ABS itu intinya adalah orang yang bilang "Iya" padahal berfikirnya "Tidak".

Ciri-ciri lain dari ABS itu sungkan mengemukakan pendapatnya sendiri, dan selalu meminta maaf padahal "ga salah". Makanya biasanya orang-orang yang bersikap ABS jarang banget diikut sertakan dalam pembahasan penting. Apa gunanya ngajak mereka?? toh semua sudah tahu tuh pendapat mereka, pasti mengatakan “Ya” terhadap apa pun keputusan dan kemauan sang atasan.

Biasanya bila sang atasan itu atasan yang "bener", atasan tsb ga akan memilih orang-orang bertipe ABS sebagai staff kepercayaannya. Kemungkinan besar karier si orang ABS itu juga akan mandeg sih ga akan ada kemajuan.

Staff atau Karyawan yang memiliki sifat ABS akan terlalu befokus mendapatkan respon baik dari sang atasan, bukan lagi berfokus kepada membangun ide-ide kreatif murni untuk peningkatan kinerja di ranah team work dan berorganisasi.

Beda lagi kalo atasannya "ga bener"... bisa jadi orang ABS itu dekat dan jadi orang kepercayaan si bos tsb. Mending lu langsung laporin (kalo bisa) ato resign deh. Karena Perusahaan yang isinya orang-orang feodal ga akan berkembang cuy... Ya contohnya liat aja perkembangan BUMN dan organisasi-organisasi pemerintahan di negara +62 ini 🤷‍♂️

Akhir Kata

Silahkan ada pergi dari blog saya sekarang